Langsung ke konten utama

Apa itu Nganik Bangik?

Apa itu Nganik Bangik?

Nganik bangik itu artinya makan enak yang diambil dari  bahasa Lampung. Berhubung ikam (saya) adalah putra daerah Lampung jadi ikam pengen banget ngangkat kuliner khas Lampung, tempat makan yang enak dan seru di Lampung serta tempat wisata yang asik. Walaupun dikhususkan untuk bahas perintilan tentang Lampung, tapi enggak menutup kemungkinan blog ini juga bahas makanan khas daerah lain, tempat wisata yang khas dari daerah tertentu dan hal-hal yang enak lainnya.
kuliner khas Lampung

Ikam sih emang asli Lampung, tapi ikam udah lama gitu merantau ke tempat lain. Tapi ikam tetep rutin balik kampung, setidaknya setahun sekali ikam balik, biasanya pas lebaran. Tapi kalau ada moment tertentu atau sodara lagi hajatan dan kebetulan waktu untuk pulang kampung lumayan longgar, ikam pasti nyempetin untuk pulang.

Kenapa Nganik Bangik?

Ikam kan doyan banget makan jadi kayaknya sayang aja kalau hobi ikam ini nggak ikam share ke kalian. Setidaknya ikam bisa cerita tentang seluk beluk makanan khas tertentu, bisa rekomendasi tempat makan yang enak buat dikunjungi kalian bareng keluarga dan ngasih informasi bermanfaat akan pentingnya makanan khas daerah tertentu terutama Lampung. Nih ya, nenek moyang kita buat makanan tertentu untuk upacara adat tertentu pasti ada sisi lain yang kadang kita enggak tahu. Makanya, salah satu harapan blog ini dibuat ya buat ngejelasin itu semua.
Terus denger kata nganik bangik itu kayak ada rima-rimanya gitu, jadi enak aja sih menurut ikam untuk didenger dan dilafalkan. Makanya ikam pilih nganik bangik. Oh ya, nganik itu artinya makan. Ikam ambil dari bahasa Lampung dialek api (a), emak ikam asli dari Lampung dengan menggunakan bahasa dialek api ini.  Terus kata bangik yang kalau diartikan enak, itu diambil dari dialek api (a) dan dialek nyo (o), jadi bapak ikam yang asli Lampung pakai dialek nyo (o) ini untuk berbincang sehari-hari.
Sebenarnya kata makan ada dua versi yaitu mengan (dialek nyo) dan nganik (dialek api), jadi awalnya bisa menganbangik atau nganikbangik, Tapi karena adanya rima dalam penyebutan di kata nganik bangik membuat dua kata itu yang dipilih untuk jadi nama blog.

Bagaimana blog ini bisa membantu?

Sama seperti daerah lainnya di Indonesia, Lampung itu memiliki keunikan budaya sendiri. Kuliner Lampung juga enggak kalah dengan kuliner dari daerah lain. Tempat wisatanya juga banyak dan bagus, apalagi pemerintah daerah setempat sudah mulai fokus untuk membangkitkan potensi wisata di setiap kabupatennya. Jadi, blog ini bisa memberikan informasi terkait dengan potensi tersebut dari sudut pandang ikam.

Siapa itu ikam?

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, ikam artinya saya. Pengambilan kata ikam untuk mendekatkan pembaca dengan blog ini. Jadi biar kedaerahannya dapet dan enggak hilang. Di beberapa dearah kata ikam juga ada, di Banjarmasin kata ikam berarti kamu. Kalau di Lampung sebaliknya, ikam artinya saya.
Ada dua sebenarnya kata saya dari bahasa Lampung yaitu nyak dan ikam, tapi karena ikam adalah kata yang lebih sopan jadi akhirnya itu yang digunakan untuk blog ini. Jadi ikam itu bukan nama pemilik blog ini ya he... he... he...

Tujuan blog nganik bangik ini?

Kalau bicara tujuan, sebenarnya ikam enggak muluk muluk. Pengen buat blog yang asik dan menuturkan potensi Lampung dari sudut pandang lain. Apalagi ikam sedari dalam kandungan hingga segede gajah (ha... ha... ha...) sudah menetap di Lampung. Jadi banyak hal-hal yang pengen ikam ceritakan melalui blog ini. Pengennya ikam buat channel di youtube dan buat vlog, tapi ikam nggak percaya diri dan sadar diri, sadar tampang ikam nggak kece-kece amat ha... ha... ha...
Nah, pengalaman ikam mengenal budaya Lampung terutama kulinernya membuat hati ikam tuh tergerak untuk bikin blog yang isinya mengenalkan ke khalayak ramai tentang kuliner khas Lampung, asal muasalnya, resepnya, di mana tempat membelinya dan lain lain. Kalau ikam baca di beberapa tulisan mengenai kuliner khas, ada yang begitu mendalam ada juga yang cuma kulitnya doang bahasannya, jadi ikam pengen ngejelasin setiap makanan atau setiap tempat makan atau setiap tempat wisata lebih detail agar pembaca punya gambaran dari referensi lain, terutama dari sudut pandang ikam.
Barangkali, ikam emang nggak ekspert di bidang kuliner khas Lampung, tapi ikam memiliki kisah sendiri terkait kuliner yang ada dan itu yang ikam pengen tunjukkan di blog ini.
Selain itu, beberapa kuliner khas Lampung sudah mulai banyak berganti dengan kuliner kuliner modern. Sayang aja jadinya, padahal kalau kita lihat, setiap kuliner daerah adalah kearifan lokal tersendiri dan punya kisah. Ikam sih enggak banyak tahu juga tentang seluk beluk makanan tertentu, cuma ikam akan cari referensi untuk memperkaya setiap tulisan yang ikam buat.

Harapan Adanya Blog Nganik Bangik ini?

Ngomongin soal harapan, hu hu hu... enggak kepikiran terlalu jauh sih mau gimana gimananya terkait blog ini. Tapi yang jelas, blog ini ada dan konsisten update. Entah itu seminggu sekali, sebulan sekali atau per periode tertentu. Yang penting sih update.
Tapi kalau bicara soal harapan, ya semoga orang-orang banyak yang mengenal dan paham tentang Lampung. Sebenarnya banyak orang di belahan daerah lain yang tertarik dengan Lampung dan budayanya yang mungkin sih belum terekspose banyak. Jadi ikam pengen dengan orang baca blog nganik bangik ini, setidaknya ngertilah tentang makanan khas, wisata alam yang sudah mulai menggeliat dan berbenah.
Dulu saat merantau, ikam bingung. Mau balik lagi bingung mau ngapain karena sudah punya kerjaan tetap di sini. Bingung juga kalau nggak balik, gimana mau bangun Lampung dengan ilmu yang sudah didapat di perantauan. Akhirnya tercetuslah untuk membuat blog ini. Walaupun blog atau portal berita tentang Lampung lainnya sudah banyak, setidaknya blog ini bisa ngasih warna lain untuk konten-konten positif. Iya nggak? Dan semua itu harus dimulai dari sekarang bukan sekadar wacana semata.

Gaya nulis blognya?

Gaya nulis blog nganik bangik ini, pengennya sih  mengalir dan apa adanya. Enggak ngikutin pakem EYD banget sih, cuma kalau bahasanya nggak baku, ikam bakal miringin biar kalian juga belajar, ya kan malu sama para pemuda yang sudah berikrar di Sumpah Pemuda. (he..he..he...). Makanya ikam tetap pengen blog ini itu gayanya santai dan enak dibaca. Terus sudut pandang yang ikam gunakan adalah sudut pandang orang pertama tapi menggunakan bahasa Lampung.
Tulisan di blog ini akan memadukan antara data sekunder (dari bahan bacaan yang ikam dapat) dan data primer dari pengalaman-pengalaman ikam saat berinteraksi dengan budaya Lampung khususnya di ranah kuliner.
Baiklah, ikam harap kalian bisa enjoy dengan adanya blog ini. Terima kasih!

Regrads...
Nganik Bangik :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seruit Lampung

Kopi Lampung